Membaca di tengah Pandemi

Judulnya asik banget ya? Membaca di tengah pandemi, padahal sebenarnya biar SEO nya bagus aja hehe. Tetapi memang sebenarnya gw pengen share sedikit mengenai buku-buku yang gw baca selama pandemi ini (balik lagi, gw sudah mulai rajin membaca buku sebelum pandemi karena mengingat umur gw yang sudah tidak muda dan harus rajin membaca buku supaya tidak mudah pikun). Oleh karena itu, karena ilmu yang gw baca dari buku akan lebih berguna jika dibagikan kepada para netizen semua maka gw memutuskan share sedikit (ada ulasan singkat di post ini) mengenai buku-buku bagus yang gw baca selama ini.

Untuk buku-buku yang gw baca, gw membaginya menjadi beberapa tema. Berikut pembagiannya.

  1. Buku tentang investasi.
  2. Buku tentang leadership.
  3. Buku tentang pengembangan diri.

Untuk buku tentang investasi sendiri, ada buku yang ditulis dalam bahasa Inggris, dan ada yang buku berbahasa Indonesia. Untuk list buku sendiri adalah sebagai berikut.

  1. #YukBelajarSaham untuk Pemula. Buku ini ditulis oleh beberapa penulis sekaligus. Buku ini menjelaskan secara mudah mengenai apa itu saham, bagaimana cara saham bekerja dan tips bagi yang para investor pemula yang mau berinvestasi ke saham.
  2. Trading vs Investing. Buku ini ditulis oleh Ryan Filbert. Buku ini menjelaskan bagaimana cara kerja trading saham dengan menggunakan analisis teknikal yang cukup teruji di lapangan (tapi ingat, tidak ada jaminan 100% untung ya) dan cara analisis fundamental bagi para investor jangka panjang.
  3. Investor Blueprint. Buku ini juga ditulis oleh Ryan Filbert. Buku ini menjelaskan bahwa untuk bisa menginvestasikan uang Anda, tidak hanya lewat saham namun bisa menggunakan instrumen lain seperti deposito, obligasi, logam mulia, property dan lain-lain.
  4. Simple Stories for a Simple Investor. Buku ini ditulis oleh Nicky Hogan. Buku ini lebih menerangkan perjalanan Nicky Hogan untuk memberitahukan bahwa potensi saham Indonesia masih sangat besar dan mengajak para investor retail untuk bergabung dalam membangun ekonomi Indonesia melalui pasar modal.
  5. The Value Investors. Buku ini ditulis oleh Ronald W Chan. Buku ini menjelaskan mengenai pengalaman para value investor dunia dalam melakukan investasi saham mulai dari 0 sampai menjadi disegani.
  6. The Intelligent Investor. Buku ini ditulis oleh Benjamin Graham yang merupakan guru dari Warren Buffet sang investor terkemuka di dunia. Buku ini menjelaskan bagaimana Benjamin Graham memilih mana yang saham berkinerja baik dan buruk, bagaimana laporan keuangan bisa menipu dan perusahaan seperti apa yang memiliki masa depan yang baik sehingga menjadi perusahaan yang tepat untuk menginvestasikan uang dan waktu. (Kebiasaan orang berpikir bahwa investasi melulu soal uang, padahal waktu juga perlu diperhitungkan).

Khusus untuk buku The Intelligent Investor, maka gw akan membedah di post yang terpisah karena buku ini cukup bagus bagi kalian yang menjadi investor cerdas seperti opa Benjamin Graham dan Warren Buffet. Btw gw belum sampai sana ya, cuma gw rasa share bagaimana cara pikiran beliau cukup baik bagi para investor pemula seperti kita. (Oh iya, kalau mau baca bukunya lebih baik yang berbahasa Inggris karena selain lebih mempertajam bahasa Inggris kita, beberapa terjemahan dalam bahasa Indonesia malah jadi membingungkan)

Untuk list buku berikutnya adalah mengenai leadership. Buku yang gw baca tidak sebanyak buku investasi namun semua bukunya merupakan buku berbahasa Inggris. Berikut listnya.

  1. Radical Candor. Buku ini ditulis oleh Kim Scott. Buku ini merupakan buku bahasa Inggris pertama yang gw baca. Sebenarnya pertama gw baca buku ini, gw agak males karena membaca buku saja sudah pusing apalagi pakai bahasa Inggris, makin pusing. Nyatanya, sekarang gw lebih banyak membaca buku bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia. Untuk bahasan buku ini sendiri, sudah menjadi acuan bagaimana perusahaan-perusahaan sekelas Google, Twitter, Apple, etc memimpin para karyawannya. Dengan membaca buku ini maka kita sebagai para leaders di perusahaan teknologi bisa membangun hubungan yang baik dengan para anggotanya dan tetap mengedepankan kemanusiaan. Gw akan bikin ulasan terpisah untuk buku ini, namun lebih bagus lagi kalau kalian membaca buku ini sendiri.
  2. Leaders Eat Last. Buku ini ditulis oleh Simon Sinek. Buku ini juga ditulis dalam bahasa Inggris. Buku ini merupakan salah satu buku yang membukakan mata gw mengenai bagaimana hubungan yang buruk dengan atasan akan membawa petaka bagi karir kita pada masa yang akan datang. Apabila kalian merasa bahwa lebih baik bekerja di lingkungan toxic daripada tidak bekerja, maka lebih baik kalian segera membaca buku ini mengapa hal itu adalah salah besar. Tenang aja, buat kalian yang malas membaca, nanti gw akan membuat ulasan terpisah mengenai buku ini.

Untuk list buku yang terakhir adalah mengenai pengembangan diri. Buku-bukunya juga menggunakan bahasa Inggris, namun balik lagi jangan pernah malas membaca karena menggunakan bahasa Inggris. Oh iya, khusus buku pengembangan diri, rata-rata sudah banyak terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Jadi kalian bisa baca yang versi bahasa Indonesianya. Untuk listnya adalah sebagai berikut.

  1. The Little Book of Ikigai. Buku ini ditulis oleh Ken Mogi. Buku ini menceritakan bagaimana cara hidup orang Jepang untuk mencapai ikigai (jadi ini seperti tahap dalam kehidupan). Dengan mencapai ikigai, menghindarkan kita dari stress, hidup yang lebih baik dan juga kebahagiaan penuh. Sebenarnya gw agak lupa isi bukunya karena uda lewat setahun bacanya dan baru gw tulis lagi hari ini hehe.
  2. How to Win Friends & Influence People. Buku ini ditulis oleh Dale Carnegie. Buku ini juga merupakan salah satu best seller di dunia, menceritakan tentang bagaimana kita harus berperilaku agar bisa mudah mempengaruhi orang lain agar bisa mau mengikuti kemauan kita (bukan menghipnotis ya) dan juga bagaimana kita memperlakukan orang lain. Mungkin ini akan gw bahas terpisah di post yang lain karena sebenarnya bisa kita pakai dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam hidup berkeluarga dan bermasyarakat.
  3. The Subtle Art of Not Giving a F*ck. Buku ini ditulis oleh Mark Manson. Buku ini juga sudah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Sebuah Seni berlaku Bodo Amat (kalau tidak salah ya). Jadi inti dari buku ini adalah bagaimana cara kita menentukan mana yang harus jadi concern kita sehingga energi yang kita pakai tidak sia-sia karena hal tersebut memang menjadi concern kita. Untuk hal yang bukan jadi concern kita, ya bodo amat. Jangan paksa untuk dipikirin.
  4. Atomic Habits. Buku ini ditulis oleh James Clear. Buku ini juga sudah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Buku ini menceritakan bagaimana kita membangun habit yang baik dan bagiamana kita membuang habit yang buruk. Kayaknya simple banget ya bukunya? Nyatanya tidak seperti itu, banyak sekali penjelasan mengenai bagaimana membangun habit tersebut dan hal tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Mungkin gw akan membuat ulasan terpisah untuk menceritakan buku ini.
  5. Problem Solving 101. Buku ini ditulis oleh Ken Watanabe. Awalnya gw pikir ini ditulis oleh artis Ken Watanabe yang main film the last samurai, ternyata ini berbeda. Jadi bukunya lebih banyak menceritakan mengenai problem solving. Bukunya termasuk enteng dan banyak animasinya, lebih mirip buku buat anak remaja yang sedang bertumbuh dan mulai perlu belajar bagaimana mengatasi masalah hidup yang kompleks. Kalau buat orang yang sudah bekerja kayaknya sudah kurang relevan. (Menurut gw bisa dijadikan sebagai kado buat anak 14-18 tahun supaya rajin membaca)
  6. Thinking, Fast and Slow. Buku ini ditulis oleh Daniel Kahneman. Buku ini merupakan buku yang paling berat yang pernah gw baca karena sampai saat ini gw masih belum selesai bacanya (bisa dibilang sampai tulisan ini terbit, gw masih belum selesai membaca). Buku ini menjelaskan bagaimana pola pikir manusia dalam menterjemahkan rangsangan yang ada di sekitar. Intinya yang gw dapat dari baca sekitar 100 lembaran buku ini, adalah pembahasan bahwa sistem pemikirin dibagi jadi sistem 1 dan sistem 2 dengan keunikan masing-masing. Buat yang kuat membaca, silahkan baca buku ini ya, karena lumayan pusing. Gw juga tidak tertarik membuat ulasannya karena takut tambah pusing hehehe. Notes: Buku ini sempat jadi referensi di buku Leaders eat Last. Jadi gw yakin nih buku seru, cuma pusing aja bacanya.

Demikian sedikit buku-buku yang gw baca selama ini, sebenarnya masih ada beberapa buku lain seperti buku horornya simpleman (ternyata baca bukunya lebih menarik daripada baca twitnya). Lalu ada buku Rich Dad Poor Dad karya Robert T Kiyosaki dan juga buku Disruption karya Renald Kasali. Semoga bacaan gw ini bisa memberikan inspirasi buat kalian semua pembaca setia blog gw. Salam Super.

Leave a Reply