5 Level Kepemimpinan

Hi All,

Sudah lama sekali tidak bikin tulisan. Ada beberapa hal yang membuat gw sampai tidak sempat bikin tulisan, salah satunya semenjak adsense gw dianggap fraud. Sedih banget, bisa ketauan gw bikin fraud hiks. Tetapi itu bukan alasan gw untuk menulis. Kali ini gw akan sedikit menulis tentang buku yang gw baca yakni 5 level of leadership. Buku ini adalah karya dari John C Maxwell. Kata temen gw sih itu buku yang bagus, dan udah jadi best seller di berbagai negara. Cuma gw baru tau aja kemarin pas dikasi sama manager gw hehe. Terus gw disuruh baca dalam waktu 2 minggu. So kali ini gw akan sedikit meringkas apa saja yang gw dapat dari buku ini. Stay tune guys hehe.

Mari kita mulai belajar 5 level kepemimpinan dari level yang paling bawah yakni :

  1. Jabatan.
    Level kepemimpinan paling bawah adalah jabatan. Kenapa paling bawah? karena disini seseorang memimpin menggunakan paksaan. Sebenarnya bukan paksaan juga, melainkan orang lain mengikuti pemimpin karena keharusan. Jadi jika pemimpin disini diputuskan untuk bisa memimpin karena ada orang yang memberikan kuasa untuk memimpin sebuah organisasi. Banyak sekali sisi negatif dari level leadership paling bawah ini, dan yang paling gw ingat adalah jika seseorang bisa saja merasa kesepian di level ini. Karena tidak dapat membangun relasi dengan bawahannya sehingga merasa dikucilkan. Tetapi untuk mencapai level berikutnya, memang harus melewati level ini. So tetap berusaha untuk menerima dan mengemban jabatan dengan baik agar bisa naik ke level berikutnya.
  2. Relasi.
    Level kepemimpinan berikutnya adalah relasi. Orang lain mengikuti anda karena mereka ingin. Intinya lw seperti sudah punya follower di instagram atau twitter. Mereka merasa Anda wajib diikuti karena sudah bisa membina hubungan dengan para pengikutnya. Di level ini, jabatan seorang pemimpin bisa diacuhkan karena para pengikutnya tidak melihat pemimpin harus diikuti bukan karena keharusan melainkan karena mereka memang ingin mengikuti Anda. Sisi negatif yang muncul dari level berikut ini adalah orang yang menjadi kurang respek terhadap pemimpin karena merasa sudah akrab dengan pemimpin. Ini memberikan efek yang buruk karena merasa Anda bukan sebagai pemimpin melainkan hanya teman main. Jika seorang pemimpin bisa melalui efek negatif dari level ini, bersiaplah untuk naik ke level berikutnya.
  3. Produktivitas.
    Level kepemimpinan berikutnya adalah produktivitas. Pemimpin telah memiliki pengikut yang mengikuti dan memahami bagaimana cara pemimpin bekerja. Hanya saja memiliki pengikut tanpa dibarengi semangat untuk menghasilkan akan percuma. Oleh karena itu, pemimpin yang baik akan menjadi contoh bagi para pengikutnya sehingga mereka pun menjadi produktif layaknya sang pemimpin. Dengan meningkatnya produktivitas tim, maka akan membawa dampak yang luar biasa bagi organisasi. Sebagian besar pemimpin di dunia hanya mencapai level ini. Untuk mencapai level berikutnya, bisa gw katakan cukup sulit karena mungkin hanya sebagain dari pemimpin sejati yang bisa naik di level keempat dan kelima. Tetapi untuk para pemimpin yang sudah sampai level ini menurut gw udah cukup oke kok.
  4. Reproduksi.
    Hehehe, ini bukan lg bahas yang enak-enak ya wkwkwk. Maksud dari level ini adalah mengembangkan pemimpin yang lain. Level ini hanya bisa dicapai oleh orang-orang yang tulus untuk menjadi pemimpin. Mereka yang ada di level ini memiliki pandangan visioner yang sangat luar biasa karena mereka tau untuk bisa menjadi besar mereka harus bisa menciptakan pemimpin-pemimpin yang lain untuk organisasi. Semakin banyak pemimpin di organisasi maka semakin besar produktivitas organisasi tersebut. Dibutuhkan ketulusan level tinggi untuk pemimpin di level ini. Karena efek negative yang paling terasa di level ini adalah ketika seorang pemimpin telah memberikan semuanya untuk calon pemimpin baru namun setelah mencapai level ini kemudian pemimpin baru ini pergi maka akan membuat efek sakit hati yang cukup nyut-nyutan hehe.
  5. Respek.
    Ini lah level tertinggi dari tingkat kepimpinan. Hanya 1% orang di dunia yang telah berada di tahap ini. Ibarat nonton one piece, mereka yang berada di tahap ini sudah pasti ditakdirkan memiliki haki aura penguasa. Hanya dengan ngedip bisa langsung bikin takluk semua orang. Kemampuan yang dimiliki level ini adalah kerendahan hati, ketulusan dan terus mau belajar. Butuh waktu puluhan tahun untuk bisa sampai level ini, dan juga mereka memang memiliki bakat memimpin sejak lahir yang terus dipupuk. Hal ini yang menjadikan pemimpin memiliki aura yang bisa membuat orang lain mau mengikuti, menuruti bahkan meningkat produktivitasnya ketika bekerja bersama dengan pemimpin di level ini. Walaupun begitu, tetap memiliki efek negatif terutama mereka yang menjadi besar kepala karena sudah berada di level ini. Kepemimpinan adalah suatu hal yang perlu dipelajari secara terus menerus dan tak pernah habis selama kita masih hidup.

Dari 5 level kepemimpinan ini, maka kita bisa belajar bahwa ketika seseorang memiliki jabatan bukan berarti mereka sudah menjadi pemimpin yang hebat. Sebaliknya mereka berada di dasar kepemimpinan itu sendiri, namun sedang dipersiapkan untuk mendaki ke level kepemimpinan yang lebih tinggi. Selain itu, setiap kali pemimpin naik ke level yang lebih tinggi, mereka harus tetap menjadikan level sebelumnya sebagai pondasi untuk sampai level yang lebih tinggi.

Demikian sedikit ringkasan yang bisa gw ambil dari buku 5 level of leadership karya John C Maxwell. Kalau ada yang kurang berkenan mohon maaf ya hehe.